Rabu, 05 September 2018

Cara Membuat Power bank dari baterai bekas laptop

Anda punya modul baterai laptop bekas yang tidak terpakai? atau mungkin sudah drop dan rusak? anda harus tahu, bahwa modul baterai tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat powerbank 5 Volt. cell baterai yang terdapat pada modul baterai laptop adalah jenis Lithium Ion baterai 18650, yang mempunyai spesifikasi tegangan 3,7 Volt sampai 4,1 Volt.

tentu saja baterai jenis baterai 18650 ini berbeda dengan jenis baterai karbon atau Alkaline yang biasa dijual di pasaran dengan ukuran AA dan AAA yang spesifikasi tegangannya 1,2 Volt sampai 1,5 Volt. untuk baterai 18650 ini memang sering digunakan pada modul baterai laptop, powerbank gadget, dan lampu senter Police. seperti yang kita tahu bahwa charger untuk tablet standar adalah mempunyai spesifikasi tegangan output 5 Volt dan arus 2 Ampere. salah satu contohnya adalah charger Tablet PC Android Ainol Aurora saya ini:



saya sudah mencoba membuat powerbank untuk tablet Ainol Aurora, dan hasilnya tidak kalah dengan powerbank yang dijual di pasaran. bahan baterai saya ambil dari modul baterai laptop bekas saya dulu yaitu laptop Sony Vaio VGN-NR31z.
ternyata sebagian besar baterainya masih bagus, hanya sedikit yang sudah rusak (drop), baterai yang bagus ditandai dengan tegangan yang masih normal yaitu di kisaran 4,1 Volt (kondisi full charge).


jika tegangan baterai tetap berada di bawah 3 Volt, bisa dipastikan baterai tersebut sudah drop atau rusak. untuk memastikan, sebaiknya charge terlebih dahulu dengan charger handphone 5 Volt, karena saya juga menggunakan cara ini, lalu kemudian cek dengan multitester.


modul baterai laptop itu sendiri terdiri dari beberapa cell baterai yang digabungkan dalam seri dan pararel, dengan tujuan untuk menaikkan tegangan (seri) dan menggandakan arus listriknya (pararel).


modul baterai tersebut dapat dipisah-pisah sehingga kita mendapatkan banyak cell baterai yang tiap cell baterai mempunyai tegangan sekitar 4,1 Volt, sehingga apabila 2 cell baterai dihubungkan dengan cara diseri, maka akan menghasilkan tegangan total sebesar 8,2 Volt.


tegangan mentah 4,1 Volt atau 8,2 Volt tentu tidak bisa digunakan untuk mencharge Tablet, karena untuk mencharge secara standar dibutuhkan tegangan dengan rentang 4,5 Volt sampai 5,5 Volt. untuk amannya kita gunakan standar charger saja yaitu dengan tegangan 5 Volt. untuk itulah kita membutuhkan rangkaian regulator yang gunanya untuk menghasilkan tegangan 5 Volt tersebut.


rangkaian yang sederhana bisa dengan mudah dibuat dengan bantuan IC regulator 5 Volt yaitu LM7805, anda bisa mendapatkannya di toko elektronika dengan harga cuma 3000 sampai 5000 Rupiah saja.
untuk mengetahui lebih lanjut tentang LM7805, silakan buka posting berikut ini --> Kelebihan dan kelemahan IC regulator LM 7805.  

pada rancangan Powerbank saya, ada penambahan lampu LED yang gunanya untuk indikator arus.


baterai dan komponen saya rangkai seperti pada gambaran berikut:


perhatikan polaritas dari soket jack untuk pengisian, jangan sampai terbalik. (gunakan multitester untuk memastikannya).



IC LM7805 harus diberi Heatsink yang baik untuk meredam panas, sehingga IC LM7805 bisa tahan lama dan tidak cepat rusak.




uji coba setelah 1 jam di charge, saya mendapatkan data sebagai berikut (tablet dicharge dalam keadaan off):


tablet yang saya gunakan adalah Ainol Novo 7 Aurora dengan kapasitas penyimpanan baterai 3700 mAh. setelah 1 jam dicharge terjadi kenaikan indikator baterai di tablet, dari yang semula baterai 15% menjadi 52% (3,68 Volt menjadi 3,80 Volt). data ini saya ketahui lewat aplikasi ES Task Manager.




dengan multitester saya mengukur tegangan baterai (input) powerbank yang semula 8,20 Volt turun menjadi 7,46 Volt, ini artinya terjadi perpindahan energi listrik dari baterai powerbank ke baterai tablet.

karena dalam 1 jam charge ada kenaikan sebesar 37%, maka kemungkinan baterai tablet tersebut akan terisi penuh jika dicharge selama lebih dari 2 jam.


untuk memulihkan baterai input di powerbank yang sudah terkuras, saya mencharge satu persatu cell tersebut dengan charger handphone standar 5 Volt. setiap cell akan terisi penuh jika sudah mempunyai tegangan sekitar 4,1 Volt, dan kosong jika tegangannya berada di kisaran 3,6 Volt. untuk mengetahui ini, anda membutuhkan multitester digital. di toko elektronika multitester digital dijual dengan harga sekitar 30 ribuan Rupiah.

baterai input di powerbank ini yaitu baterai 18650 li-ion 3,7 Volt bisa dicharge menggunakan charger HP 5 Volt apa saja, asal keluarannya 5 Volt, untuk lebih jelasnya silakan lihat dalam posting saya berikut ini --> Cara mencharge baterai Powerbank buatan sendiri.

catatan:
Saat powerbank ini digunakan mencharge tablet PC maka heatsink akan panas, hal ini adalah normal. jika heatsink diletakkan di dekat baterai powerbank maka beri pemisah dengan kertas tebal supaya panas dari heatsink tidak merusak plastik pembungkus baterai 18650karena bila plastik terkelupas bisa beresiko menimbulkan hubungan singkat (short circuit). anda juga bisa menempatkan powerbank ini pada kotak khusus biar lebih terlihat lebih rapi.
saya menggunakan dan menyarankan powerbank ini hanya untuk kondisi darurat dan pemakaian terbatas, misalnya saat listrik PLN mati, perjalanan mudik atau wisata, perkemahan, survey lapangan, dll. Powerbank "buatan" ini bukan ditujukan untuk pemakian harian, karena saya tidak bisa memastikan keawetan dari baterai original di Tablet PC karena menggunakan powerbank tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close